Angkutan Kapal Kargo Diupayakan Tumbuh di Berbagai Daerah

Kapal-kapal laut untuk angkutan kargo diupayakan bisa tumbuh di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang tidak bagus dari segi ekonomi ini.

“Kami dorong di daerah-daerah bisa mulai tumbuh dengan memanfaatkan berbagai usaha,” ucap Agus H Purnomo, Dirjen Perhubungan Laut dalam diskusi online (diskon) “Angkutan Logistik Pendorong Perekonomian di Masa Pandemi”, Selasa (15/9/2020).

Untuk itu, kata Agus, pihaknya akan memberikan kemudahan-kemudahan, misalnya dalam hal sertifikasi ulang perpanjangan izin operasi kapal. “Kami berikan kemudahan karena situasinya tak memungkinkan urus ini-itu. Kami ingin ekonomi berjalan dengan baik,” ujarnya.

Dorongan pada daerah-daerah itu diberikan supaya nanti kapal-kapal kargo tersebut dapat mengangkut muatan sebaliknya, terutama dari daerah terdepan, terluar, tertinggal (T3). “Sekarang mulai tumbuh, tapi belum signfikan,” ungkap Agus.

Untuk itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan sudah dan sedang melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan kementerian-kementerian lain. Hal ini dilakukan agar efektivitas kapal-kapal kargo itu meningkat.

Di sisi lain, Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan juga masih terus menjalankan tol laut perintis kapal ternak kapal rede.

Dikatakan oleh Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Ditjen Perhubungan Laut, Capt. Antoni Arif Priadi bahwa penyerapan tol laut sudah 40 persen. Angka ini masih sesuai dengan rencana dan akhir tahun akan dievaluasi. “Tol laut itu fokusnya adalah promote the trade,” jelasnya.

Jumlah kapal tol laut saat ini hanya 16 kapal. “Hanya 0,0 sekian dari jumlah armada kapal nasional,” ucap Antoni. Karena itu pula, pemerintah mendorong asosiasi, seperti di INSA, untuk turut mewujudkan konektivitas dengan angkutan kapalnya di T3.

Antoni menjelaskan, kapal tol laut akan terus beroperasi sampai suatu daerah tertentu itu bisa dimasuki kapal komersial. “Kalau sudah komersial, kami akan alihkan (kapal tol laut) ke tiga titik lainnya.”

Saat ini baru 100 wilayah yang baru terjangkau. Bandingkan dengan jumlah wilayah di 16.000 pulau lebih, yang masih belum terlayani. Anggaran untuk tol laut ini kurang lebih Rp400miliar untuk 26 rute.

Foto: Ditjen Hubla