Angkutan Darat Nataru 2022: Penumpang Wajib Rapid Test Antigen dan Pengalihan Arus Mobil Barang

Read Time:2 Minute

Pelaku perjalanan dengan moda transportasi darat pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022 wajib telah divaksin lengkap dan sudah diperiksa dengan hasil negatif rapid test antigen 1×24 jam. Juga menggunakan aplikasi PeduliLindungi selama bepergian. Bagi pelaku perjalanan jauh di bawah usia 12 tahun wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR maksimal 3×24 jam sebelum keberangkatan dan dikecualikan syarat kartu vaksinasi.

“Ketentuan ini dikecualikan bagi moda perintis di wilayah perbatasan dan 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar) ataupun pelayaran terbatas dengan kondisi masing-masing,” ujar  Budi Setiyadi, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dalam siaran pers, Jumat (17/12/2021).

Ketentuan tersebut tertuang dalam SE 109 Tahun 2021 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Darat selama Masa Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru 2022 pada Masa Pandemi Covid-19. Ketentuan ini berlaku secara efektif mulai 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022.

Dalam aturan itu juga disebutkan, setiap kendaraan bermotor umum ataupun angkutan penyeberangan dikenakan pembatasan kapasitas penumpang maksimal 75%. “Penumpang diwajibkan menjaga jarak serta harus melakukan sterilisasi dengan disinfektan di kendaraan umum maupun kapal penyeberangan setiap 24 jam dan setelah debarkasi khusus kapal penyeberangan,” kata Budi.

Pengelola terminal penumpang dan pelabuhan penyeberangan diwajibkan untuk mempersiapkan dan menggunakan PeduliLindungi. Juga melakukan penyemprotan disinfektan setiap 24 jam, menyediakan pengukur suhu tubuh, dan menyiapkan hand sanitizer atau tempat mencuci tangan.

“Untuk mengendalikan perjalanan, bagi pengguna kendaraan pribadi, dapat dilakukan pengaturan lalu lintas sesuai dengan diskresi Polri. Hal ini dapat berlaku di jalan tol dan nontol dengan manajemen operasional lalu lintas, seperti contra flow, satu arah, atau ganjil genap,” ungkap Budi.

Diberlakukan pula pengalihan arus lalu lintas operasional mobil barang dari ruas jalan tol ke jalan nasional. Ini berlaku bagi mobil barang dengan Jumlah Berat yang Diizinkan (JBI) lebih dari 14.000 kg, mobil barang sumbu 3 atau lebih, kereta tempelan, kereta gandengan, serta mobil barang yang mengangkut bahan galian, bahan tambang, dan bahan bangunan.

“Pengalihan operasional mobil barang tersebut tidak berlaku bagi mobil pengangkut BBM atau BBG, barang ekspor/impor ke/dari pelabuhan laut yang menangani ekspor impor, air minum dalam kemasan, ternak, pupuk, hantaran pos dan uang, serta bahan makanan pokok,” tambah Budi.

Bagi pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik di Pulau Jawa dan Bali, jika sudah divaksin dosis lengkap, dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antigen maksimal 14x 24 jam sebelum keberangkatan. Namun jika mereka baru menerima vaksin dosis pertama dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antigen dalam jangka waktu maksimal 7×24 jam. Bagi yang belum mendapatkan vaksinasi sama sekali dapat menunjukkan hasil negatif rapid test antigen maksimal 1×24 jam sebelum keberangkatan.

“Bagi pengemudi dan pembantu pengemudi kendaraan logistik di luar Pulau Jawa dan Bali wajib menunjukkan hasil negatif rapid test antigen maksimal 1×24 sebelum keberangkatan dan dikecualikan syarat kartu vaksinasi,” ucap Budi.

Ada lagi yang disebutkan dalam aturan itu. Bagi pelaku perjalanan rutin di wilayah aglomerasi, tidak diwajibkan menunjukkan kartu vaksin dan surat keterangan negatif rapid test antigen.

Foto: Ditjen Hubdat