Angkasa Pura I Siapkan Gerai Khusus UMKM di Area Keberangkatan NYIA

Sebagai bentuk dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Angkasa Pura I (AP I) menyiapkan sejumlah lokasi khusus di New Yogyakarta International Airport (NYIA), Kulon Progo.

Pada tahap awal pengoperasian terminal internasional NYIA nanti, AP I menyediakan lima titik gerai UMKM. Masing-masing gerai berukuran 1,5 meter persegi. Terdapat pula satu gerai berukuran 50 meter persegi yang tersebar di area boarding lounge.

AP I menggandeng Dinas Koperasi dan UMKM (Diskop UMKM) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dalam menentukan UMKM dan produk apa saja yang akan ditampilkan di gerai-gerai tersebut.

“Gerai UMKM ini akan memprioritaskan produk-produk lokal DIY. Untuk pembagian gerai, dua titik dialokasikan untuk UMKM Kulon Progo dan sisanya akan kami seleksi untuk UMKM DIY dan kabupaten sekitarnya,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UMKM DIY, Srie Nurkyatsiwi, Sabtu (9/3/2019).

“Semua akan dilakukan kurasi produk dan evaluasi sesuai tata kelola yang ditentukan. Khusus UMKM yang bergerak di bidang kuliner, wajib memiliki izin PIRT, sertifikat halal, dan lolos uji BPOM,” paparnya.

Dijelaskan lebih jauh, saat ini sudah ada 190 produk unggulan binaan Diskop UMKM DIY yang berpotensi masuk NYIA, muali dari produk kerajinan seperti batik, kayu, kulit dan perak; fashion seperti hijab, baju, tas, sepatu dan sandal; hingga kuliner.

Direktur Pemasaran dan Pelayanan AP I, Devy Suradji mengatakan, nantinya produk UMKM akan mengisi gerai-gerai yang disediakan AP I di area keberangkatan NYIA selama operasional terminal internasional hingga bandara ini siap beroperasi penuh di akhir tahun 2019.

“Kami berharap melalui gerai khusus UMKM di NYIA ini dapat meningkatkan upaya promosi dan pemasaran bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah serta meningkatkan kegiatan perekonomian masyarakat di Kabupaten Kulon Progo maupun Provinsi DIY,” ungkapnya.

Progres pembangunan terminal internasional NYIA telah mencapai 76,5 persen hingga minggu ke-33 pelaksanaan pekerjaan atau 3 Maret 2019. Ditargetkan pembangunan NYIA akan selesai 100 persen untuk pembangunan fase 1 pada Desember tahun ini.

NYIA akan memiliki terminal penumpang seluas 210 ribu meter persegi berkapasitas 14 juta penumpang per tahun, atau hampir 9 kali lipat dari kapasitas Bandara Adisutjipto.