Mon. Jul 13th, 2020

Anggarkan 75 Juta Pound Sterling, Inggris Sewa Pesawat Pulangkan Warganya

                                   

Inggris mengalokasikan anggaran sebesar 75 juta Pound Sterling untuk mencarter pesawat demi memulangkan warga yang berada di luar negeri. Sejumlah maskapai penerbangan yang ditunjuk adalah British Airways, easyJet, Virgin, Jet2, dan Titan. Mereka akan membawa pulang puluhan ribu warga Inggris yang saat ini masih tertahan di luar negeri.

“Di mana penerbangan komersial tidak lagi berjalan, pemerintah akan memberikan dukungan keuangan yang diperlukan untuk penerbangan carter khusus untuk membawa warga negara Inggris pulang,” tutur Menteri Luar Negeri Inggris, Dominic Raab.

Dalam sepucuk surat yang ditujukan kepada perusahaan penerbangan, Raab dan Menteri Transportasi, Grant Shapps mengatakan bahwa upaya pemulangan warga negara Inggris akan memprioritaskan orang-orang yang rentan (secara fisik terpapar virus Corona).

Baca Juga:

Industri Terpuruk, Maskapai Inggris Hibernasikan Seluruh Armadanya

Jika Tak Segera Dapat Bailout, Maskapai AS Ancam PHK Puluhan Ribu Pekerja

Namun demikian, penerbangan khusus itu tidak ditujukan bagi warga Inggris yang menunjukkan gejala virus corona. Mereka yang memiliki gejala tersebut harus mengisolasi diri.

Rabb mengatakan, pemerintah Inggris telah menetapkan 75 juta Pound Sterling untuk mendukung industri penerbangan dan maskapai penerbangan yang sedang mengalami masa-masa sulit. Dukungan ini sekaligus memberikan harga tiket yang terjangkau bagi warganya yang ingin kembali ke tanah air.

Pandemi virus corona telah membuat maskapai penerbangan mulai mengetatkan ikat pinggang karena sejumlah negara telah membatasi penerbangan internasional.

Pembicaraan antara pemerintah dan maskapai penerbangan mengenai paket dukungan bagi perusahaan penerbangan sejauh ini belum membuahkan hasil.

British Airline Pilots Association (BALPA) meminta kejelasan atas dukungan yang akan didapatkan oleh maskapai. Selain itu, maskapai penerbangan juga meminta kepastian bahwa seluruh awak akan dilengkapi dengan alat pelindung diri ketika membawa warga Inggris pulang dari luar negeri.

“Biaya yang diperlukan untuk membawa pulang ratusan ribu orang akan besar. Maskapai penerbangan kami sudah sulit mengatasi masalah finansial dan dukungan keuangan yang dijanjikan pemerintah belum terwujud,” ujar Sekretaris Jenderal BALPA, Brian Strutton.