Alihkan Layanan Pesawat Mesin Jet ke BIJB, Wisata di Bandung Merosot

Bandara Internasional Husein Sastranegara

Kebijakan pengalihan operasional pesawat komersil bermesin jet dari Bandara Internasional Husein Sastranegara di Bandung ke Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Kertajati, Majalengka memiliki dampak terhadap pariwisata. Dengan menjadi pusat layanan penerbangan pesawat bermesin turboprop (baling-baling), angka wisatawan di Bandung mengalami kemerosotan.

Dikutip dari liputan6.com (15/12/2019), Wali Kota Bandung, Oded M Danial berharap pemerintah pusat meninjau ulang kebijakan operasional Bandara Husein Sastranegara di Kota Kembang tersebut.

Oded menyebutkan, tahun lalu ada sekitar 7,5 juta wisatawan masuk ke Kota Bandung. Namun sejak sejumlah penerbangan dipindahkan BIJB, jumlah wisatawan di Bandung terus menurun.

“Beberapa waktu lalu, saya turun di Husein, sepi banget. Serasa di makam. Bandara Husein sudah tidak lagi seramai saat sebelum BIJB Kertajati beroperasi,” kata Oded dalam pernyataan resminya, Selasa (10/12/2019) lalu.

Oded bilang, dirinya sempat menemui dan berbicara dengan pihak Angkasa Pura II (AP II) sebagai pengelola Bandara Husein Sastranegara. Pengelola juga berharap, bandara itu tetap bisa beroperasi seperti dulu.

Selain pengelola bandara, Oded juga mengaku telah memperoleh masukan dari pihak-pihak berkepentingan di sektor pariwisata seperti Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).

“Para pengusaha juga sangat merasakan dampak pengalihan penerbangan ke BIJB Kertajati,” ungkap Oded.

Oded menegaskan, Pemkot Bandung sebenarnya terus berusaha meningkatkan jumlah kunjungan wisata Kota Bandung. Berbagai program dan kegiatan telah dirancang agar menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

NAmun demikian, kunjungan wisatawan bergantung kepada sejumlah aspek, Khususnya aksesiblitas.

“Kalau akses ke Bandung terbuka, maka jumlah kunjungan wisatawan pun akan tinggi,” tegasnya.

Selain meminta agar ada peninjauan ulang terkait pengalihan sejumlah penerbangan di Bandara Husein, Oded juga sangat berharap pemerintah pusat segera menyelesaikan pembangunan tol Cisumdawu (Cileunyi–Sumedang–Dawuan). Sehingga akses dari BIJB Kertajati ke Kota Bandung dan sebaliknya bisa lebih mudah.