Sun. Sep 22nd, 2019

Alaska Airlines Telah Mengabaikan Anak 13 Tahun Saat Transit di San Fransisco

Foto: Alaska Airlines.

Alaska Airlines dituduh telah mengabaikan anak berusia 13 tahun yang terbang sendiri dalam program layanan unaccompanied minnor. Ketika transit di San Fransisco saat penerbangan dari Raleigh-North Carolina ke Spokane-Washington, awal minggu ini, anak ini ditemukan seseorang sedang menangis di area terminal bandara San Fransisco yang ramai.

Unaccompanied minor (UM) merupakan sebuah layanan yang disediakan maskapai penerbangan bagi penumpang di bawah umur yang bepergian tanpa didampingi orang dewasa atau wali. Istilan UM ini biasanya digunakan dalam hukum imigrasi atau kebijakan maskapai penerbangan.

Dalam kasus Alaska Airlines ini, wali penumpang UM (dalam hal ini orang tua si anak perempuan yang terabaikan itu) telah membayar USD75 kepada maskapai untuk memperoleh manfaat layanan UM untuk penerbangan transit. Selama berada dalam program layanan UM itu, Alaska Airlines akan mendampingi si anak sejak layanan UM berlaku hingga menyerahkan si anak ke orang tuanya atau walinya yang bertanggung jawab di tempat tujuan.

Yang mencengangkan, si anak yang sedang dalam program layanan UM itu tiba-tiba ditemukan sedang menangis seorang diri bandara San Fransisco saat sedang transit. Seseorang yang menemukannya memberikan bantuan kepada si anak untuk menelepon orang tuanya yang terkejut setengah mati karena merasa Alaska Airlines telah mengabaikan anak perempuan mereka.

Mengenai layanan UM ini, website resmi Alaska Airlines menuliskan:

Once you’ve handed your child over to our care, he or she will remain under supervision at all times. We provide each child traveling alone with a unique piece of identification which they must wear at all times while in our care.

 

Kepada ABC11, menanggapi kasus itu, Alaska Airlines menyampaikan bahwa “Melayani anak yang terbang sendirian tanpa wali adalah prioritas utama kami. Kami memandang mereka sebagai hal yang paling berharga. Investigasi kami, yang mencakup catatan spesifik yang melacak pergerakan tamu muda kami, menunjukkan bahwa staf maskapai telah bertemu dengannya ketika penerbangan tiba (di San Fransisco) dan mengantarnya ke pusat layanan kami di Bandara Internasional San Francisco.

Lebih lanjut Alaska menyatakan “Tamu kami diminta untuk menunggu dan didampingi staf maskapai  di pusat layanan maskapai karena penerbangan lanjutannya ke Seattle (Washington) tertunda selama 1,3 jam karena masalah teknis. Sementara itu kami menempatkan label pada tamu muda kami sepanjang waktu. Kami memahami bahwa ia mungkin merasa tanpa pengawasan di daerah yang ramai dan untuk itu kami sangat menyesal.”

Seiring permohonan maafnya, Alaska Airlines menyatakan akan mengembalikan biaya USD75 yang telah dibayarkan untuk layanan UM kepada orang tua si anak. Namun rupanya, orang tua si anak  menginginkan biaya perjalanan dikembalikan sepenuhnya.

 

Baca ini juga ya!