Fri. Feb 28th, 2020

AL AS Kerahkan MQ-4C Triton untuk Pertama Kalinya

UAV BAMS MQ-4C Triton milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Sumber gambar: breakingdefense.com.

                                   

Angkatan Laut Amerika Serikat (USN) untuk pertama kalinya mengerahkan pesawat tak berawak (UAV) Northrop Grumman MQ-4C Triton berkonsep pengawasan area maritim yang luas (Broad Area Maritime Surveillance/ BAMS).. Hal ini diumumkan pada 26 Januari lalu.

MQ-4C terlihat berada di Pangkalan Udara (Lanud) Andersen di Pulau Guam. Pengerahan UAV intai jenis tersebut sekaligus menandai introduksi Armada ke-7 AL AS di teater Pasifik.

Komandan Satuan Tugas (CTF) 72 yang memimpin patroli, pengintaian dan pengawasan di Armada ke-7 akan mengendalikan dua UAV tersebut yang telah dikerahkan ke Lanud Andersen.

“Menggabungkan kemampuan MQ-4C dengan kinerja terbukti [Boeing] P-8 [Poseidon pesawat maritim multimisi (MMA)], [Lockheed] P-3 [Orion MMA] dan [Lockheed] EP-3 [pesawat misi khusus] akan memungkinkan peningkatan kewaspadaan domain maritim dalam mendukung tujuan keamanan regional dan nasional,” tutur Komandan CTF 72, Kapten Matt Rutherford seperti dikutip janes.com (27/1/2020).

Baca Juga:

Sudah Punya 2, Tahun Ini 3 Unit Terakhir Global Hawk Pesanan NATO Bakal Datang

‘Elang Hitam’, Embrio Drone Kombatan Buatan Lokal untuk TNI AU

Skadron patroli tak berawak (VUP) pertama AL AS, VUP-19 akan mengoperasikan dan memelihara MQ-4C sebagai bagian dari kemampuan operasional awal (EOC) untuk lebih mengembangkan konsep operasi dan pembelajaran armada yang terkait dengan pengoperasian sistem HALE di domain maritim.

Kabar tentang pengerahan perdana datang 18 bulan setelah AL AS mendapuk MQ-4C Triton masuk dalam layanan pada Juni 2018.

UAV jenis tersebut merupakan varian pertama yang dikembangkan dari RQ-4N Blok 30, keluarga UAV HALE RQ-4 Global Hawk untuk angkatan laut.

UAV tersebut menyediakan kemampuan intelijen, pengawasan, dan pengintaian (ISR) maritim yang kuat bagi AL AS dalam mendukung berbagai operasi militer.