Airbus Ubah Desain A350 di Tengah Perselisihan dengan Qatar Airways 

IndoAviation – Airbus mengubah desain A350 di tengah perselisihan senilai USD2 miliar dengan Qatar Airways. 

Laporan terbaru mengatakan bahwa Airbus telah menerapkan perubahan desain pada bagian belakang pesawat berbadan lebar A350 yang tengah digugat oleh Qatar Airways. Bagian pesawat yang diubah itu disebut-sebut Qatar Airways sebagai bagian yang cacat desain.

Qatar Airways dan Airbus bertarung di pengadilan selama berbulan-bulan mengenai dampak keselamatan dari pengelupasan cat yang terjadi pada bagian proteksi sambaran petir di bagian belakang pesawat.

Inti dari kasus mereka adalah lapisan tembaga yang terletak di antara badan pesawat yang terbuat dari karbon dan cat luar pada A350. Airbus menempatkan lapisan tembaga itu untuk menangkal sambaran petir pada badan pesawat agar dapat terlepas dengan aman.

Reuters melaporkan, pada  November 2021, Airbus mempelajari jenis baru lapisan tembaga yang dikenal sebagai perforated copper foil (PCF). Hal itu dilakukan karena Airbus menilai PCF lebih ringan daripada  expanded copper foil (ECF) yang dipergunakan saat itu.

Sementara itu, Qatar mengatakan kepada pengadilan London pada Kamis (19 Januari 2023) bahwa Airbus telah mulai menerapkan perubahan tersebut, dan Qatar Airways meminta informasi lebih lanjut mengenai hal itu.

Airbus mengkonfirmasi bahwa penggunaan parsial telah dilakukan sejak akhir tahun lalu.

“PCF digunakan pada bagian belakang pesawat yang dikirim mulai akhir tahun 2022,” kata juru bicara Airbus dikutip Reuters.

Perselisihan Airbus dan Qatar Airways pertama kali muncul pada akhir tahun 2021.

Saat itu, Qatar Airways menuntut kompensasi sebesar USD600 juta atas kerusakan pada permukaan badan pesawat A350-nya. Qatar menyebut, pengelupasan cat yang terjadi pada A350-nya telah mengekspos korosi dan membuat celah pada lapisan logam yang melindungi pesawat dari sambaran petir.

Sebagai jawaban atas tuntutan Qatar Airways itu, Airbus justru mengakhiri perjanjian pengiriman  50 A321neo yang sudah dijadwalkan dikirim ke Qatar Airways.

Pada April 2022, hakim pengadilan pun memberi wewenang kepada Airbus untuk tidak memenuhi kewajiban untuk mengirimkan pesanan A321neo ke Qatar.

Dan karena Qatar Airways menolak untuk menerima pengiriman A350 sisanya, pengadilan mengizinkan Airbus menjual A350 pesanan Qatar tersebut kepada pelanggan Airbus lainnya, dengan alasan bahwa Badan Keselamatan Penerbangan Uni Eropa (EASA) telah memastikan bahwa pesawat-pesawat tersebut aman untuk diterbangkan.

Pada bulan Mei 2022, pengadilan tinggi di London memutuskan mempercepat jadwal sidang atas  sengketa antara Airbus dan Qatar Airways pada bulan Juni 2023.