Thu. Dec 12th, 2019

AirAsia Mengajar Bahasa Inggris di Lombok

Sebuah desa di Labuan Bajo

Setelah membuka hub di Lombok pada Mei 2019, AirAsia Indonesia berkomitmen mengembangkan destinasi wisata di sana. Salah satu program yang akan dilakukan mulai Januari 2020 adalah English Camp, yakni pelajaran bahasa Inggris yang diberikan oleh staf AirAsia Indonesia, termasuk pilot dan awak penerbangan lainnya.

“Salah satu aset AirAsia adalah human capital exposure internasional yang luas. Rasanya menjadi relevan kami datang untuk membantu keterampilan berbahasa Inggris teman-teman komunitas di Lombok, Nusa Tenggara Barat, dengan memberikan pelayanan melalui program English Camp itu,” kata Baskoro Adiwiyono, Head of Communications PT Indonesia AirAsia ketika bertemu wartawan di Jakarta, Kamis (28/11/2019).

Baskoro mengatakan AirAsia Indonesia membuka hub Lombok bukan sekadar mendukung pengembangan konektivitas lewat pembukaan rute. Namun pihaknya juga ingin berkontribusi dari sisi sosial dan lingkungan hidup.

“Kami coba berkontribusi lewat JourneyD atau Journey for Development. Ini program pariwisata berbasis komunitas. Mereka tidurnya bukan menginap di hotel, tapi merasakan suasana yang berbeda,” ungkap Baskoro.

Ditambahkannya, JourneyD merupakan program berkelanjutan jangka panjang yang membantu masyarakat lokal mendirikan dan membina proyek pariwisata. Proyek ini berbasis masyarakat dalam mendukung pariwisata yang bertanggung jawab.

“Ada satu desa wisata menarik yang menjadi objek wisata itu, yakni Desa Bonjeruk di Lombok Tengah. Bekerja sama dengan Pemda NTB mengembangkan desa ini, juga melibatkan kelompok sadar wisata (pokdarwis),” tutur Baskoro.

Menurut dia, untuk melaksanakan English Camp dan program-program lain di Lombok itu, AirAsia menggandeng pokdarwis sebagai partner lokal. “Kami tidak bisa turun terus menerus ke sana, maka kami gandeng partner lokal. Ke depan, AirAsia memang ingin berkontribusi ke sana; dalam human capital development.

Baca ini juga ya!