AirAsia Butuh A321 untuk Penerbangan Langsung Lombok-Melbourne

A320 AirAsia

Maskapai AirAsia Indonesia membutuhkan armada sekelas Airbus A321neo untuk menerbangi rute Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB)-Melbourne, Australia. Pasalnya, tipe pesawat yang dimiliki maskapai ini tidak mumpuni untuk menerbangi rute tersebut.

“Lombok-Melbourne itu 5-6 jam (penerbangan). Untuk perjalanan sejauh itu, format pesawat kita yang Airbus A320 tidak mumpuni. A321neo dia bisa mengangkut 236 penumpang, Yang paling mumpuni sebenarnya tipe itu,” tutur CEO AirAsia Indonesia, Veranita Yosephine kepada IndoAviation di Lombok (18/12/2019).

Seperti diketahui, dari total 28 unit armada, AirAsia Indonesia hanya memiliki satu tipe pesawat, yakni A320neo. Armada tipe ini hanya memiliki kapasitas 180 kursi.

“(Artinya) 56 penumpang lebih banyak, sekaligus juga jangkauannya lebih jauh, cukup untuk 5-6 jam perjalanan,” ujatnya.

Veranita meyakini proyeksi okupansi penumpang rute Lombok-Melbourne akan cukup bagus ke depannya. Oleh karena itu, dibutuhkan pesawat dengan kapasitas angkut penumpang yang sedikit lebih besar seperti A321neo.

“Kalau itu menurut saya destinasinya bagus dari segi rutenya,” ungkapnya.

Meski menyebutkan memerlukan pesawat dengan spesifikasi seperti A321neo, namun Veranita mengatakan bahwa pihaknya sampai saat ini masih melakukan tinjauan untuk merumuskan pesawat yang benar-benar cocok untuk dioperasikan pada rute tersebut.

Dia mempertimbangkan kapasitas produksi dari Airbus. Antrean produksi dan pengirimannya bisa dipastikan akan sangat lama.

“Apalagi kita (AirAsia Berhad Malaysia) baru kemarin (20/11/2019) punya yang A321neo (1 dari 353 pesanan). Kita kan harus melihat ketersediaan tipe pesawat itu juga (di pabrikan). Kapasitas (produksi) dari pabrikan Airbus untuk A321neo itu terbatas,” tegasnya.

Membuka penerbangan langsung rute Lombok-Melbourne merupakan penjajakan yang dilakukan Pemerintah Provinsi NTB kepada AirAsia untuk mendongkrak kunjungan wisatawan asing asal Australia. Pasar pelancong asal negara tersebut ditaksir memiliki potensi yang cukup besar.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata NTB, Lalu Mohammad Faozal pada November lalu menyebutkan bahwa penerbangan perdana rute itu diharapkan bisa segera terealisasi. Namun nampaknya, pembukaan rute tersebut akan sedikit memakan waktu karena kendala yang ada.

“Lombok-Melbourne belum (dibuka dalam waktu dekat). Karena jujur, ini menjadi bahan diskusi saya dengan pak gubernur. Intinya, untuk rute Lombok-Melbourne terkendala di tipe pesawatnya. (Produksi) pesawatnya antre, (hambatannya) bukan AirAsianya, Airbusnya enggak sanggup produksi (lebih cepat),” kata Veranita.

Selain masih melakukan kajian untuk menentukan jenis pesawat, saat ini AirAsia Juga masih melakukan tinjauan ketersediaan slot penerbangan, baik di Bandara Internasional Lombok (LOP) maupun Bandara Internasional Avalon (AVV).

“Kita masih mengadakan review. Kita juga harus me-review bandaranya ada slotnya atau tidak, izin terbangnya kita diberikan atau tidak. Jadi kita belum bisa 100 persen bilang 3 bulan lagi atau 6 bulan lagi,” paparnya.

Sebetulnya AirAsia telah memiliki layanan penerbangan Lombok-Melbourne, namun harus melalui Kuala Lumpur. Untuk penerbangan Lombok-Kuala Lumpur (KUL) dan sebaliknya dioperasikan AirAsia Indonesia (QZ) dengan armada A320. Kemudian dilanjutkan dengan rute Kuala Lumpur-Avalon dan sebaliknya yang dilayani AirAsia Berhad (D7) dengan mengoperasikan pesawat A330-300.