AirAsia Bakal Selesaikan Penggalangan Dana Senilai RM974,5Juta

Read Time:1 Minute

AirAsia Group Berhad (AAGB) akan menyelesaikan penggalangan dana senilai 974,5juta ringgit Malaysia (RM974,5juta). Nilai penggalangan dana sampai saat ini telah mencapai lebih dari RM2,5miliar.

Hal tersebut diumumkan pada 29 Desember 2021 melalui renounceable rights issue untuk pemegang saham sebelumnya dengan pencatatan Redeemable Convertible Unsecured Islamic Debt Securities (RCUIDS) dan waran pada 31 Desember 2021. Pencapaian ini untuk suntikan yang kuat dalam mendukung strategi penggalangan dana grup secara keseluruhan.

Rights issue yang diumumkan hari ini adalah komponen kunci dari strategi penggalangan dana kami secara keseluruhan untuk mendukung penguatan bisnis perjalanan udara kami di kawasan Asean pada tahun 2022,” kata Tony Fernandes, CEO AirAsia Group dalam siaran pers, Rabu (29/12/2021). 

Dijelaskannya bahwa rights issue mensyaratkan penerbitan tujuh tahun RCUIDS dengan nilai nominal masing-masing RM0,75. Ditambah waran, yang dapat dilepas cuma-cuma, berdasarkan dua RCUIDS dengan satu waran untuk setiap enam saham AAGB yang dipegang.

Sebagai komponen utama dari inisiatif penggalangan dana AAGB, rights issue akan memungkinkan AAGB untuk mendukung berbagai segmen grup. Namun tidak terbatas pada modal kerja dan biaya operasional lain yang timbul akibat pandemi covid-19. Juga biaya untuk pengembangan operasional guna mempersiapkan pemulihan perjalanan internasional. Diimbangi dengan pertumbuhan pendanaan berbagai unit bisnis digital airasia.

Menurut Tony, strategi penggalangan dana telah berjalan sesuai dengan yang direncanakan. “Kini nilai penggalangan dana kami telah mencapai lebih dari RM2,5 miliar dan mendukung likuiditas perusahaan untuk pengembangan operasional hingga tahun 2022. Nanti operasional kami dapat berjalan dengan berkesinambungan agar dapat memberikan nilai lebih bagi pemegang saham.”

Tony menambahkan, “Baru-baru ini kami telah mendapatkan persetujuan dari Danajamin Nasional Bhd untuk jaminan pinjaman 80% hingga RM500juta. Ini menandakan dukungan kuat untuk strategi transformasi kami agar menjadi lebih dari sekadar maskapai penerbangan pada era digital.”

Foto: Indoaviation & AirAsia