Fri. Feb 28th, 2020

A330 MRTT RSAF Akan Punya Kemampuan Suntik Bahan Bakar Otomatis

Pesawat tanker A330 MRTT dan jet tempur McDonnell Douglas F-15SG 'Eagle' militer Singapura. Sumber gambar: Airbus.

                                   

Airbus dan Singapura menjalin kerja sama untuk mengembangkan pesawat A330 SMART MRTT yang dimiliki Angkatan Udara Singapura (RSAF), Rabu (12/2/2020). Program SMART MRTT akan mengembangkan, mengesahkan, dan mengimplementasikan kemampuan pengisian bahan bakar udara-ke-udara otomatis (A3R) serta solusi perawatan yang ditingkatkan untuk pesawat tanker dan angkut multiperan tersebut.

Dengan kolaborasi ini, Singapura menjadi mitra utama untuk kemampuan baru pengisian bahan bakar di udara secara otomatis. Berdasarkan perjanjian tersebut, A330 MRTT RSAF akan mengambil bagian dalam pengembangan yang sedang berlangsung, kampanye uji terbang dan program sertifikasi akhir. Kampanye uji terbang, yang telah dimulai, bertujuan untuk sertifikasi pada tahun 2021.

Sementara pengembangan kemampuan SMART MRTT akan semakin memperkuat posisi terdepan dan keunggulan teknologi Airbus di pasar pesawat tanker. Solusi pemeliharaan yang disempurnakan dirancang untuk meningkatkan ketersediaan A330 MRTT dan tingkat keberhasilan misi keseluruhan.

“Dengan perjanjian ini, Angkatan Udara Singapura memimpin evolusi A330 MRTT, membantu kami membawa kemampuan lepas tangan (otomatis) baru ke tolok ukur operasi pesawat tanker generasi terbaru,” tutur Kepala Pesawat Militer Airbus, Alberto Gutiérrez saat perhelatan Singapore Airshow, Rabu (12/2/2020).

Baca Juga:

Sinergi Airbus-CAAS, Wujudkan Mobilitas Udara Perkotaan di Singapura

Airbus Tampilkan Pesawat Komersil Masa Depan di Singapore Airshow

Dia menjelaskan, Sistem A3R tidak memerlukan peralatan tambahan pada perangkat penerima. Pengembangan ini dimaksudkan untuk mengurangi beban kerja operator pengisian bahan bakar udara (ARO), meningkatkan keselamatan dan mengoptimalkan laju transfer pengisian bahan bakar udara-ke-udara (AAR).

Setelah sistem A3R diaktifkan oleh ARO, Sistem Kontrol Penerbangan Boom menjadi sepenuhnya otomatis dan berlanjut untuk mentransfer bahan bakar setelah kontak dengan pesawat penerima. Selama proses ini, ARO hanya memonitor operasi. Jika terjadi anomali karena stabilitas penerima bahan bakar terganggu atau malfungsi pada tanker, sistem A3R dapat memutuskan Boom (keran bahan bakar) dari pesawat penerima dengan aman.

Di ujung perangkat penerima, pilot yang mendekati tanker menerima petunjuk visual dari PDL (Pilot Director Lights) otomatis. Fitur ini memungkinkan operasi yang lebih efisien, dengan transisi yang lebih lancar dan meminimalkan waktu selama kedua pesawat terhubung.

Pengembangan A3R membuka jalan menuju operasi pengisian bahan bakar udara yang sepenuhnya otonom.