Fri. Aug 7th, 2020

74 Tahun TNI AU yang Sederhana, Masa Terakhir Marsekal Yuyu Sutisna

Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna saat upacara peringatan 74 tahun TNI AU di Auditorium Mabesau, Cilangkap, Jakarta, Kamis (9/4/2020). Sumber gambar: Youtube/Dispenau.

                                   

Tak seperti biasanya, peringatan 74 tahun TNI Angkatan Udara (AU) dilangsungkan sangat sederhana dan terbatas. Tak seperti tahun-tahun sebelumnya yang dimeriahkan dengan parade defile pasukan dari berbagai korps hingga demo sejumlah alutsista untuk dipertontonkan kepada masyarakat luas, tahun ini hal tersebut tak terlihat.

Tentu saja, hal ini sebagai dampak dari pandemi virus Corona (Covid-19) yang tengah berlangsung di Tanah Air.

Diungkapkan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU), Marsekal TNI Yuyu Sutisna, ada hal lain yang menjadikan peringatan 74 tahun TNI AU terasa berbeda dan istimewa. Pasalnya, tahun ini merupakan masa terakhir dirinya sebagai prajurit aktif.

“Ini adalah HUT TNI AU terakhir saya sebagai prajurit aktif,” cetus Yuyu saat menjadi inspektur upacara peringatan 74 tahun TNI AU yang dilangsungkan di Auditorium Mabes AU Cilangkap, Jakarta, Kamis (9/4/2020).

Dalam kesempatan tersebut, mantan Komandan Skadron Udara 14 ini menyampaikan sejumlah pesan kepada para prajurit TNI AU yang kelak akan menjadi pemimpin di struktur organisasi matra udara TNI.

Yuyu menekankan pesan bahwa kepemimpinan dan pengabdian prajurit dalam posisi maupun jabatan apa pun akan terus datang dan pergi silih berganti.

“Namun, harus diingat bahwa pertanggungjawabannya akan kekal dan terus berlanjut hingga di alam keabadian nanti,” tutur Yuyu.

Baca Juga:

TNI AU Gelar Pendidikan Khusus Bagi Teknisi Sukhoi SU-27/30

Purnawirawan TNI AU: Jangan Terlalu Berharap dengan Su-35

Dia menegaskan, jabatan di dalam organisasi TNI AU bukan hanya milik anggota TNI AU, melainkan amanah tuhan dan rakyat Indonesia. Oleh karena itu, dia menegaskan bahwa siapa pun yang nanti menjadi pemimpin harus menjalankan amanah dengan baik, agar suatu saat nanti dapat mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan.

“Banyak prajurit muda sering gelisah dan bertanya, bagaimana jalan ideal untuk menjadi pemimpin TNI AU. Apakah cukup dengan menjadi prajurit yang beruntung?” ujar Yuyu.

“Ataukah sedari muda belajar menjadi sosok yang jago berlayar di atas gelombang politik kehidupan?” sambungnya.

Namun mantan Panglima Komando Pertahanan Udara Nasional (Pangkohanudnas) ini mengingatkan seluruh prajuritnya agar dapat meneguhkan keyakinan hati dan pikiran atas kebenaran falsafah “Tri Sakti Viratama”, yaitu tanggap, tanggon, dan trengginas.

Tri Sakti Viratama telah dikenalkan kepada semua prajurit TNI AU sejak awal pendidikan. Menurutnya, sejatinya seorang pemimpin besar telah menempa diri sejak dini dan merintis jalan untuk mewujudkannya.

“Maka, jadilah prajurit yang berkarakter luhur yang dekat dengan Tuhan dan rakyat. Memiliki ilmu yang bermanfaat bagi organisasi, serta terus menjaga kesamaptaan diri untuk terus menjalankan penugasan,” Tegas Yuyu.

“Jika ini sudah kalian lakukan dan jaga, kalian akan tetap bersinar pada saat beruntung atau pun tidak,” ungkapnya.

Marsekal TNI Yuyu Sutisna merupakan prajurit TNI AU kelahiran Cicalengka, Bandung, Jawa Barat. Dia menjadi KSAU ke-22 sejak 17 Januari 2018 menggantikan Marsekal TNI Hadi Tjahjanto yang naik tahta menjadi Panglima TNI.

Penempur TNI AU dengan call signLion” ini adalah lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) tahun 1986. Jebolan Sekolah Penerbang (Sekbang) TNI AU tahun 1987 ini merupakan penerbang jet tempur F-5 Tiger II.

Tercatat, prajurit kelahiran 10 Juni 1962 ini telah meraih Badge 2.000 jam terbang jet tempur yang kini telah dipensiunkan dari Skadron Udara 14.

Sebagai penerbang Yuyu memiliki total 4.250 jam terbang yang mencakup rating F-5 Tiger II, Hawk MK-53, Cessna T-41 Mescalero, AS 202 Bravo dan T-34C-1 Charlie.