400 Awak Kabin Garuda Indonesia Dirumahkan Selama 3 Bulan

Terhitung sejak 15 Mei 2020, sekitar 400 awak kabin maskapai Garuda Indonesia yang berstatus Pegawai Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dirumahkan sementara. Kebijakan ini berlaku selama 3 bulan.

Kabar dirumahkannya ratusan pramugari atau pramugara tersebut dibenarkan Ketua Ikatan Awak Garuda Indonesia (IKAGI), Zaenal Muttaqin. Dia menyebutkan, mereka yang dirumahkan tidak diberikan gaji dan uang terbang, kecuali fasilitas kesehatan inHealth, BPJS, dan konsesi terbang.

Zaenal menyampaikan, kebijakan tersebut bukan termasuk dalam kondisi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

“Bukan PHK, tetapi dirumahkan tanpa diberikan gaji dan uang terbang, kecuali disebutkan di atas selama 3 bulan, karena kondisi keuangan perusahaan,” ujar Zaenal, seperti dikutip Tempo.co, Ahad (17/5/2020).

Kebijakan tersebut, kata dia, dapat diperpanjang sampai ada ketentuan dari perusahaan atau pemerintah terkait dengan Covid-19.

Baca Juga:

Operasional Belum Normal, 800 Karyawan Garuda Indonesia Dirumahkan

Rostec Serahkan Helikopter Ansat Perdana ke EMERCOM Rusia

Sementara itu, bagi karyawan dengan status di luar PKWT juga dilakukan pemangkasan gaji. Pemotongan gaji dilakukan secara proporsional mulai dari level komisaris hingga staf, mulai dari 10 persen untuk level staf hingga 50 persen untuk jajaran komisaris dan direksi.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra tak menampik masa pandemi telah menghajar keuangan perusahaan. Namun, dia memilih sejumlah strategi untuk mengurangi dampak melalui pembayaran kepada pihak ketiga dan opsi restrukturisasi pembayaran.

“PHK adalah opsi terakhir, kalau relaksasi finansial kami bisa peroleh, kami tentu saja bisa menghindari ini dan mengambil alternatif lebih bijak bagi seluruh keluarga besar Garuda Indonesia,” ungkapnya.

Selain itu, dia memastikan tetap berkomitmen memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) bagi para karyawan Garuda. Penghapusan THR hanya diberlakukan bagi jajaran direksi dan komisaris sesuai arahan Menteri BUMN, Erick Thohir.