21 Korwil Siap, Penerbangan Perintis Operasi Lebih Awal

IndoAviation – Pada Januari 2023, program angkutan udara atau penerbangan perintis penumpang dan kargo sudah terlaksana di 21 koordinator wilayah (korwil). Tahun ini pelaksanaannya lebih awal dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, yang biasanya dimulai Februari-Maret, bahkan April.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan memastikan, setelah penandatangan kontrak pada akhir Desember 2022, Januari ini semua korwil telah melakukan penerbangan perintis perdana, baik penumpang maupun kargo.

Menurut Direktur Jenderal Perhubungan Udara, M. Kristi Endah Murni dalam siaran pers Selasa (24/1/2023), penyelenggaraan angkutan udara perintis tahun 2023 dilayani oleh 21 korwil. Jumlah rutenya adalah 220 rute penerbangan perintis penumpang dan 41 rute kargo.

Penerbangan perintis di Papua paling banyak karena akses udara lebih dominan dan sangat dibutuhkan masyarakat. Foto: Ditjen Hubud

“Ini salah satu langkah pemerintah dalam meningkatkan konektivitas dan mengatasi persoalan logistik di daerah terpencil, tertinggal, terluar, dan perbatasan atau 3TP. Diharapkan masyarakat dapat merasakan kehadiran negara dalam memenuhi kebutuhan pokok dan logistik yang berkelanjutan,” tutur Kristi.

Penerbangan perintis, kata Kristi, juga mampu menekan disparitas harga kebutuhan pokok agar tidak terjadi perbedaan harga yang terlalu jauh. Juga bisa memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya yang memiliki keterbatasan akses.

Ke-21 korwil penyelenggara angkutan udara perintis: Sinabang (DI Aceh); Gunung Sitoli (Sumatera Utara); Singkep (Kepulauan Riau); Kuala Pembuang (Kalimantan Tengah); Tarakan (Kalimantan Utara); Samarinda (Kalimantan Timur); Sumenep (Jawa Timur); Masamba (Sulawesi Selatan); Waingapu (Nusa Tenggara Timur); Ternate (Maluku Utara); Langgur (Maluku); Sorong, Manokwari, Nabire (Papua Barat); Elelim, Wamena Timika, Merauke, Tanah Merah, Dekai, Oksibil (Papua).

Sementara operator penerbangan perintis ada enam maskapai: PT Asi Pudjiastuti Aviation (Susi Air), PT Nasional Global Aviation, PT Asian One Air, PT Smart Aviation, dan PT Semuwa Aviasi Mandiri, serta Trigana Air untuk perintis kargo.

“Setiap korwil dan operator penerbangan yang telah ditetapkan harus tetap konsisten dan bertanggung jawab sampai kontrak selesai, sehingga program angkutan udara perintis ini dapat berjalan dengan selamat, aman, dan nyaman,” ujar Kristi.