2 Bus Air Warawiri di Danau Toba Layani Masyarakat Sekitar

IndoAviation – Dua bus air: KMP Jurung-Jurung dan KMP Asa-Asa, melayani masyarakat di kawasan Danau Toba dan sekitarnya. Bus air yang sudah beroperasi sejak 20 Desember 2022 itu untuk mendukung program Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara.

Selain bus air sebagai layanan PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Danau Toba, juga beroperasi tiga kapal ferry sejak tahun 2022. KMP Pora-Pora melayani lintasan Balige-Onan Runggu, KMP Kaldera Toba di lintasan Muara-Onan Runggu, dan KMP Ihan Batak di lintasan Ajibata-Ambarita.

KMP Jurung-jurung, salah satu dari dua bus air, beroperasi di Danau Toba. Foto: ASDP

Menurut Corporate Secretary ASDP, Shelvy Arifin, dua bus air tersebut dibangun oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan dan telah diresmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 2 Februari 2022.

“Dua bus air KMP Jurung-Jurung dan KMP Asa-Asa siap dioperasikan ASDP untuk melayani masyarakat dan para wisatawan yang ingin mengunjungi kawasan Danau Toba dan sekitarnya,” kata Shelvy dalam siaran pers, Selasa (17/1/2023).

Dua bus air tersebut memiliki spesifikasi 70 GT dengan kapasitas angkut 60 penumpang. KMP Jurung-Jurung melayani lintasan Tongging-Silalahi dengan jarak tempuh 4 mil. Sementara KMP Asa-Asa melayani lintasan Muara-Baktiraja dengan jarak tempuh 6 mil. Tarif untuk dewasa Rp15.000 dan Bayi Rp1.500.

“Kehadiran dua bus air membantu dan memudahkan aksesibilitas masyarakat dan tentunya semakin mendukung geliat perekonomian masyarakat setempat,” ujar Shelvy.

Untuk mendukung KSPN Danau Toba, Kementerian Perhubungan membangun 13 pelabuhan penyeberangan di tujuh kabupaten di Sumatera Utara.

Di Kabupaten Toba dan Samosir masing-masing empat pelabuhan, serta Simalungun, Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Karo, dan Dairi, masing-masing satu pelabuhan. Tujuh dari 13 pelabuhan itu sudah selesai dibangun dan diresmikan.

Pelabuhan-pelabuhan penyeberangan tersebut dibangun dengan arsitektur kearifan lokal daerah Danau Toba. “Keberadaannya diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah dan menarik minat wisatawan domestik dan mancanegara,” ucap Shelvy.