14 Korwil Tandatangani Kontrak Angkutan Udara Perintis Tahun 2020

Sebanyak 14 Koordinator Wilayah (Korwil) melakukan penandatanganan dan penyerahan kontrak angkutan udara perintis tahun anggaran 2020 hari ini di Kantor Kementerian Perhubungan, Jakarta, Kamis (9/1/2020). Aspek layanan dalam kontrak tersebut meliputi angkutan perintis penumpang, perintis kargo dan subsidi angkutan udara kargo.

Dijelaskan Direktur Angkutan Udara Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Maria Kristi Endah, penandatanganan dan peyerahan kontrak yang dilakukan hari ini telah melalui serangkaian proses yang dilakukan pada tahun lalu.

“Proses tender dan kontrak pada awal tahun anggaran 2020 merupakan hal yang terpenting dan prioritas,” tutur Maria saat acara.

Dia menjelaskan, sebelumnya tiga korwil telah melakukan penandatanganan kontrak serupa pada bulan Desember 2019, yakni Korwil Nabire, Korwil Sumenep, dan Korwil Timika. Satu Korwil juga telah melakukan penandatanganan kontrak pada tanggal 3-6 Januari 2020, yaitu Korwil Wamena.

Sementara 14 Korwil yang melaksanakan penandatanganan kontrak hari ini adalah Tarakan, Gunung Sitoli, Dabo Singkep, Dekai, Manokwari, Kuala Pembuang, Samarinda, Langgur, Sorong, Masamba, Timika, Ternate, Tanah Merah dan Merauke.

“4 Korwil yang akan melakukan penandatanganan kontrak setelah hari ini dan diharapkan sebelum 16 Januari, yaitu Korwil Masamba, Korwil Sinabang, Korwil Elelim dan Korwil Waingapu” imbuhnya.

Kata dia, secara persentase, sampai dengan 9 Januari 2020 telah dilakukan penandatanganan kontrak sebesar 82 persen. 18 persen penandatanganan sisanya akan dilakukan pada pertengahan Januari tahun ini.

Maria mengatakan, layanan ini dilaksanakan untuk membuka aksesibilitas di daerah terluar, terpencil, tertinggal dan perbatasan sehingga dapat menekan disparitas harga bahan kebutuhan pokok.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana Banguningsih Pramesti mengungkapkan harapannya agar kegiatan ini dapat dilaksanakan dengan konsisten oleh para pihak-pihak terkait,

“Dalam pelaksanaan angkutan udara perintis tahun 2020 ini, saya berharap, baik koordinator wilayah maupun operator pelaksana dapat konsisten bertanggungjawab pada perjanjian yang telah disetujui kedua belah pihak,” ucap Polana.

Kata Polana, angkutan udara perintis merupakan program prioritas Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, yang menjadi pendukung dari program pemerintah.

“Selain membuka daerah yang terpencil, tertinggal dan terluar, angkutan udara perintis juga dapat membantu pemerataan pembangunan, sehingga membuka potensi ekonomi, pariwisata dan investasi di seluruh wilayah yang dilayani,” tandasnya.

Angkutan udara perintis tahun ini terdiri dari lima operator pelaksana, yakni Susi Air, Dimonim Air, Asian One Air, Smart Aviaton dan Trigana Air.