10 Bandara Dapat Akreditasi ACI, Angkasa Pura I Terpilih Jadi Tuan Rumah Global Summit 2019

PT Angkasa Pura (AP) I memperoleh pencapaian yang membanggakan. Sepuluh dari 14 bandara yang dikelolanya menerima akreditasi dari Airport Council International (ACI). Dengan akreditasi ini, bandara tersebut mencapai level internasional dengan pengelolaan yang berstandar global.

“Ini pertama di Indonesia dan merupakan upaya kita untuk terus meningkatan pelayanan. Suatu pencapaian yang luar biasa,” kata Faik Fahmi, Direktur Utama AP I dalam media gathering di Jakarta, Selasa (20/8/2019).

Bukan hanya itu, AP I juga mendapat kepercayaan dari ACI untuk melaksanakan “ACI Customer Experience Accreditation & ACI Customer Experience Global Summit 2019″ di Bali pada 2-5 September. “Kami diberi kepercayaan. Ini menandakan AP I sebagai BUMN yang mendapat kesempatan untuk mengelola event kelas dunia. Ini kita manfaatkan sebaik mungkin dan sebagai pengelola bandara tidak kalah dengan pengelola kelas dunia lainnya,” ucap Faik.

Faik menambahkan, “Dengan menjadi tuan rumah global summit, mendorong kualitas SDM kita. Kita gak mengambil event organizer (EO) dari luar, tapi dari anak usaha karena kita juga mau memberi pelajaran positif untuk bisa belajar mengikuti standar kelas dunia.”

AP I mempercayakan pelaksanaan konferensi berskala internasional itu pada Angkasa Pura Supports, salah satu anak usahanya. Direktur Utama AP Supports, Iwan Hartawan mengatakan, pelaksanaanya tidak melibatkan pihak dari luar negeri. Lima anak usaha AP I, selain AP Supports sebagai tuan rumah, AP Logistics, AP Hotels, AP Retail, dan AP Property dilibatkan untuk menyukseskan global summit ACI yang kedua ini. Global summit serupa yang pertama tahun 2018 diselenggarakan di Halifax, Kanada.

“Acara itu mengusung konferensi berkelanjutan. Misalnya, tidak menggunakan botol plastik, suvenir dari bahan daur ulang, tanda peserta juga dari bahan tikar. Kami usahakan pula, jarak dari tempat delegasi menginap ke tempat acara bisa ditempuh dengan jalan kaki. Venue di hotel menggunakan green product dan bahan-bahan organik. Kelebihan makanan akan disumbangkan ke tempat-tempat tertentu, seperti rumah yatim piatu. Ini pionir di dunia; mengadakan acara yang mengedepankan masalah lingkungan,” papar Iwan.

Bakal hadir sekitar 400 pengelola bandara di dunia. Dalam konferensi itu akan dibahas isu-isu hangat seputar bandara dan saling berbagi pengalaman antarpeserta. Para peserta, kata Iwan, akan diberi tas dari bahan daur ulang buatan Lembaga Permasyarakatan Salemba, Jakarta. Hal ini didukung oleh Second Chance Foundation, suatu yayasan yang membina para mantan narapidana atau tahanan menjadi orang yang berguna. “Kami juga akan menghadirkan batik eco print dari Yogya, yang selain batiknya juga perajinnya yang akan memperlihatkan cara pembuatannya,” ucapnya.