Tue. Aug 20th, 2019

Tidak Mudah Operasikan Jembatan Udara di Papua

Assalamualaikum semua …

Jembatan udara di Papua, yang penerbangan perdananya dengan Caravan C208 milik Dimonim Air dari Bandara Nop Goliat di Dekai menuju Bandara Korupun pada 26 Oktober 2017 itu, rupanya tidaklah beroperasi dengan lancar.

Dari tiga hub jembatan udara, yakni Timika, Wamena, dan Dekai, yang berjalan adalah rute Timika-Wamena, sedangkan rute Timika-Dekai operasinya tidaklah mulus. Alasannya, angkutan sungai dari Dekai ke pedalaman-pedalaman lebih efektif dibandingkan dengan menggunakan pesawat terbang.

Dari tiga hub tersebut, angkutan udara perintis kargo itu awalnya melayani 12 rute. Dari hub Timika menuju Beoga, Ilaga, Kenyam, dan Sinak. Dari Wamena menuju Mugi, Mapendumas, Enggolok, dan Mamit. Dari Dekai menuju Silimo, Korupun, Anggruk, dan Ubahak.

Pada tahun 2018, rute di Papua bertambah, seperti dari Dekai ditambah ke Holuwon, Ninia, Sobaham, Pasema, Kwelamdua, Nipsan, Wenput, Langda, Nalca, Werima/Supugi, Walma, Suru-suru, Ewer, Koroway Batu, Oksibil, Bomakia, Senggo, Herapini, dan Sela. Jembatan udara ini juga merambah Sulawesi dan Kalimantan.

Tujuan dibukanya jembatan udara di Papua adalah agar dapat mendukung penurunan harga komoditas, khususnya sembako, di daerah pedalaman. Jika tidak mencapai tujuan ini, untuk apa angkutan udara perintis kargo diadakan? Itulah kenapa angkutan sembako dari Dekai belum efektif menggunakan pesawat terbang.

Dari bincang-bincang wartawan dengan Kepala Bagian Kerja Sama Internasional, Humas dan Umum Ditjen Perhubungan Udara Hari Budianto di Jakarta pada Jumat (25/1/2019) terungkap hal tersebut. Maka Ditjen Perhubungan Udara yang mengemban amanat untuk kelancaran penerbangan perintis kargo itu akan mengevaluasi dan mengkaji ulang operasionalnya.

Untuk menghilangkan disparitas harga sembako dan bahan-bahan pokok di Papua tentu banyak sektor turut berperan. Sebut sektor perdagangan, industri, juga kesehatan dan pendidikan, serta pihak lain yang berkepentingan. Pengawasan pelaksanaannya memang sangat dibutuhkan.

Foto: Milenial Hot News