Wed. Aug 21st, 2019

Garuda Mulai Berani Operasikan Freighter

Assalamualaikum semua …

Wacana memiliki pesawat freighter (khusus kargo) bakal diwujudkan Garuda Indonesia mulai 21 Januari 2019. “Tadinya mau pas ulang tahun Garuda tanggal 26 Januari, tapi dimajukan lima hari karena cocoknya dimulai hari Senin,” kata Mohammad Iqbal, Direktur Kargo dan Pengembangan Usaha Garuda Indonesia pada acara Public Expose di Jakarta, 21 Desember 2018.

Tahun 2012, Garuda memang sempat menyampaikan akan mengoperasikan freighter jenis Boeing 767. Namun keinginan ini tidak terwujud. Bahkan pada Juli 2015, karena mengoperasikan freighter sendiri harus memerlukan penanganan serius agar tidak merugi, Garuda pun bekerja sana dengan Cardig Air, maskapai khusus kargo.

Sekarang, apa alasannya hingga akan mengoperasikan freighter sendiri? “Karena manajemen baru. Kalau nggak ada manajemen baru, nggak ada keberanian. Maka sekarang harus,” jawab Iqbal. Setelah beberapa saat, ia mengatakan bahwa akan dioperasikannya freighter itu karena ada kebutuhan. Dari dulu, kebutuhan itu kan sudah ada? “Iya, sekarang harus. Ada misi menghubungkan Nusantara melalui jembatan udara. Kan begitu,” ucapnya.

Pesawat pertama yang akan dioperasikan Garuda adalah Boeing 737-300 Freighter berkapasitas 12 ton kargo. Rute yang akan diterbanginya adalah Jakarta (CGK)-Timika-Makassar-Jakarta-Balikpapan-Singapura-Balikpapan-Jakarta-Batam-Jakarta. Disusul kemudian pada Maret 2019 menggunakan Boeing 737-800 Freighter berkapasitas 23 ton kargo dengan rute Jakarta-Makassar-Hongkong-Jakarta.

Sebulan kemudian, April 2019, freighter ketiga jenis Boeing 757 berkapasitas 35 ton kargo dioperasikan pula. Rute yang akan diterbanginya jarak jauh, yakni Jakarta-Manado-Tokyo-Giangzhou-Jakarta. Lantas pada akhir 2019 akan terbang ATR 72 Freighter berkapasitas 6 ton untuk rute Jayapura-Wamena-Timika.

Penerbangan dan bisnis kargo Garuda, kata Iqbal, akan terus dikembangkan. “Ada bisnis logistik dan akan dibangun logistic center di Cengkareng, Makassar, dan Bali,” tuturnya. Garuda akan memperkenalkan konsep layanan pusat logistik berikat, yang terdiri dari dua hub kargo nasional di Jakarta. Kedua hub ini difungsikan sebagai pusat berikat distribusi kargo udara dan kargo e-commerce. Ada juga hub kargo nasional di Denpasar untuk pengelolaan ekspor dan impor marine product dan transhipment e-commerce.