Sun. Aug 18th, 2019

Dukung Konektivitas Joglosemar, Ditjen Hubla Siapkan Sarana Transportasi Laut

(kiri-kanan) Kepala BKIP Kemenhub, Hengki Angkasawan dan Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, Ahmad Wahid. Sumber gambar: BKIP Kemenhub.

Untuk meningkatkan konektivitas Jogjakarta, Solo, dan Semarang (Joglosemar), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk menyiapkan sarana transportasi laut. Dengan demikian, upaya ini diharapkan dapat mendukung wilayah Joglosemar sebagai daerah tujuan wisata yang diminati baik oleh wisatawan lokal maupun manca negara.

“Bersama Pelabuhan Indonesia III, operator kapal, dan stakeholder, terkait kami terus melakukan berbagai langkah perbaikan, baik dari aspek infrastruktur maupun pelayanan di pelabuhan,” ujar Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjung Emas, Ahmad Wahid, Sabtu (6/7/2019).

Ahmad mengatakan, selama tahun anggaran 2019 dan 2020, Ditjen Perhubungan Laut memiliki beberapa prioritas pembangunan infrastruktur pelabuhan di Jawa Tengah. Di antaranya adalah pembangunan dan pengembangan fasilitas Pelabuhan Batang dan pembangunan fasilitas keselamatan pelayaran di Distrik Navigasi Kelas II Semarang dan Distrik Navigasi Kelas III Cilacap.

“Program prioritas yang lainnya adalah kegiatan pengerukan alur pelayaran di Pelabuhan Rembang, pembuatan trestle, Jetty Head, Cat Walk, dan Breasting Dolphin,” jabarnya.

Rencana strategis lainnya untuk mendukung konektivitas di Jawa Tengah adalah pelayanan kapal perintis, 3 trayek di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan 1 trayek di Pelabuhan Cilacap. Kemudian, penyelenggaraan angkutan kapal rede di Karimun Jawa dan penyelenggaraan angkutan gratis sepeda motor di Pelabuhan Tanjung Emas.

“Kami juga terus melakukan pembangunan dan pengadaan fasilitas pendukung lalu lintas angkutan laut seperti perawatan dan pengadaan alat pemantauan lalu lintas angkutan laut, pengembangan sistem inaportnet dan sistem pelayanan terpadu,” kata dia.

Khusus di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, lanjutnya, akan terus dikembangkan dan penyempurnaan sistem e-ticketing dan gate in online layaknya pelayanan penumpang di bandara dan kereta api.

“Pelayanan penumpang seperti di bandara dan kereta api di pelabuhan adalah salah satu program prioritas Ditjen Perhubungan Laut. Semarang adalah salah satu pelabuhan yang telah menerapkan konsep layanan tersebut, bahkan menjadi pelabuhan yang pertama,” jelasnya.

Di Pelabuhan Tanjung Emas juga saat ini terdapat transportasi lanjutan yang menggunakan bus untuk mengantar penumpang ke berbagai tujuan di Jawa Tengah.

“Saat ini ada 16 bus yang melayani penumpang dari Pelabuhan Tanjung Emas ke berbagai tujuan yang beroperasi hingga pukul 21.00 malam. Kami sedang mengusulkan ke pemerintah daerah agar jam operasinya bisa hingga pukul 23.00 malam,” tandasnya.